Bagikan Artikel

Sahabat, tentunya kamu sudah faham bahwa ban adalah satu-satunya bagian dari mobilmu yang bersentuhan langsung dengan permukaan aspal. Oleh karenanya, ban mobilmu juga membutuhkan perawatan dan perhatian dengan baik.

Salah satu caranya adalah dengan selalu memperhatikan dan mengontrol tekanan angin ban. Penting untuk kamu ketahui, tekanan angin pada ban mobil berbeda-beda. Roda depan dan belakang, mempunyai ukuran tekanan angin yang berbeda. Untuk itu, tekanan angin pada ban harus dikontrol secara berkala.

Sayangnya, tekanan angin pada ban mobil sering kali dianggap sepele oleh sebagian pemilik mobil. Padahal jika tekanan angin tak sesuai, akibatnya sangat berbahaya bagi keselematan saat berkendara. Berikut ini beberapa hal yang mungkin bisa terjadi akibat tekanan angin pada ban mobil tidak sesuai dengan standar yang dianjurkan pada buku manual kepemilikan kendaraan bermotormu.

Baca juga: Manfaat Rotasi Ban

Tekanan Angin Terlalu Tinggi

Sebagai efek dari tekanan angin yang berlebihan pada ban dapat membuat keausan yang tidak merata, khususnya di bagian tengah. Karena daya cengkram ban yang berkurang, mobil akan terasa melayang atau ‘sloyongan’ saat melaju di kecepatan tinggi. Situasi ini sangatlah berbahaya, kerena mobil akan cenderung sulit dikendalikan.

Tak hanya itu, mengisi angin berlebihan juga akan berpengaruh terhadap tekanan di sisi velg yang menempel pada ban. Kondisi ini sangat berpotensi membuat ban cepat rusak. Dampak yang lebih buruknya, ban dapat gampang pecah jika menabrak lubang atau benda lain ketika di jalan. Untuk itu, pemilik mobil sangat dianjurkan untuk tidak membawa beban atau muatan secara berlebihan. Ini dilakukan untuk menjaga kondisi ban lebih awet, karena beban berlebihan akan meningkatkan tekanan pada ban.

 

Tekanan Angin Kurang

Ban mobil dengan tekanan angin terlalu rendah juga dapat mengakibatkan berkurangnya kenyamanan saat berkendara. Sebuah studi menyatakan, jika tekanan ban mobil kurang dari yang direkomendasikan, maka nilai ekonomis bahan bakar juga akan berkurang lima persen (konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros).

Tekanan angin yang kurang pada ban akan membuat daya cengkram ban yang menempel ke permukaan aspal menjadi lebih melebar. Ini akan membuat adanya gesekan pada permukaan aspal lebih banyak. Otomatis laju kendaraan ikut terhambat, namun putaran mesin makin bertambah dan membutuhkan bahan bakar lebih banyak.

Ban yang kekurangan tekanan angin juga berpengaruh pada saat melakukan pengereman. Tekanan angin pada ban yang rendah membuat waktu untuk berhenti menjadi lebih lama, terutama jika jalanan basah atau pasca hujan. Hal buruk lainnya adalah membuat mobil mudah tergelincir saat di jalanan basah. Sedangkan di kondisi jalanan kering, ban bisa dengan mudah selip.

Tak hanya berbahaya pada saat berkendara, tekanan angin yang kurang pada ban juga berpengaruh pada usia ban mobil. Ban dengan tekanan angin yang rendah diketahui bisa mengurangi usia tapak ban hingga 25 persen. Ini tentunya akan menambah pengeluaran yang tak terduga.

Risiko lainnya adalah membuat ban cepat pecah. Karena hampir semua telapak ban hingga ke bagian dinding (sidewall) bergesekan dengan permukaan aspal. Ini yang membuat ban menjadi cepat panas dan struktur ban akan rusak kemudian terkelupas. Kondisi inilah yang membuat ban kelelahan dan akhirnya pecah.

Dari beberapa penjelasan tersebut, kita sarankan agar kamu mulai rutin mengecek tekanan angin pada ban mobilmu. Terutama pada saat akan berkendara dengan jarak jauh. Tujuannnya jelas, untuk menjaga keselamatanmu saat berkendara.

 

 

 

 

 

Images

Lancar Berkendara Saat Puasa

Sahabat, selama bulan Suci Ramadan atau bulan Puasa, masalah yang paling sering kita hadapi saat berkendara adalah kantuk luar biasa di pagi hari dan kemacetan luar biasa di sore hari. Hanya saja hal ini sering diabaikan oleh para pengendara, sehingga dapat mengakibatkan risiko buruk terjadi. Agar kita dapat lancar beribadah Puasa dan perjalanan serta pekerjaan tidak […]

Images

TIPS MERAWAT TRANSMISI OTOMATIS

Sahabat, mobil dengan transmisi otomatis semakin diminati pada masa sekarang ini. Salah satu faktornya adalah karena kondisi jalan di kota-kota besar yang bertambah macet. Mengendarai mobil dengan transmisi otomatis memang lebih praktis dan menyenangkan di tengah-tengah kemacetan, karena kita tidak perlu repot-repot menginjak kopling dan memindah-mindahkan gigi perseneling. Untuk Sahabat yang memiliki mobil dengan transmisi […]

Images

Maksimalkan Usia Pakai Aki

Sahabat, aki berperan sangat penting pada saat mobil pertama kali dihidupkan, karena aki adalah satu-satunya sumber listrik untuk menghidupkan motor starter. Rata-rata aki mobil dapat bertahan selama 2 sampai 5 tahun tergantung pada merek dan perilaku pemakainya. Namun begitu, usia aki bisa kita maksimalkan Sahabat… Simak tips sederhananya di bawah ini: Pastikan semua peralatan elektronik […]

Comments

No comments entry.

LEAVE A REPLY