Bagikan Artikel

Kamu pastinya selalu ingin agar mobilmu tampil keren dan lain daripada yang lain kan. Hal tersebut bisa kamu lakukan dengan modifikasi sederhana yaitu dengan mengganti velg bawaan dengan velg after market. Tapi Sahabat, memilih velg after market tidak bisa dilakukan sembarangan. Banyak pertimbangan yang perlu kamu ketahui. Kenapa? Karena velg dan ban mobil sangat berkaitan dengan faktor keselamatan mobil saat melaju di jalan. Berikut ini ada beberapa hal penting yang harus kamu lakukan saat mengganti velg dengan velg after market:

 

Desain Velg

Memilih velg dan ban mobil harus disesuaikan dengan kebutuhanmu. Apakah mobilmu tersebut akan dipakai untuk aktivitas harian, atau hanya sekadar mempercantik mobil saja. Desain velg mobil sangat banyak sesuai dengan peruntukan dan kebutuhan. Sebagai contoh, ada pelek jenis off road, touring, sporty ataupun VIP (desain mewah dengan berdiameter lebar). Pilihan desain velg tersebut sering kali membuat sebagian pencinta otomotif gelap mata dan ingin langsung membelinya. Kamu boleh punya selera desain velg yang tinggi, tapi kamu juga harus pikirkan pelek dan ban jenis apa yang sesuai kebutuhan mobilmu. Pastikan juga ukuran velg dan ban sesuai dengan yang direkomendasikan oleh buku manual kepemilikan kendaraan agar mobilmu tetap aman, nyaman dan efisien.

 

Dilarang Merubah PCD Velg

Hal lain yang harus menjadi perhatian saat mengganti velg adalah ‘Pitch Circle Diameter’ atau biasa disingkat PCD. PCD adalah diameter pola baut pada roda. Spesifikasi tersebut bisa dilihat pada velg mobilmu. Misalnya jika pada pelek tertera tulisan 4×100, itu artinya pelek terdiri dari empat lubang dengan PCD 100 milimeter (mm). Mudahnya kurang lebih begini Sahabat, jika mobil merk A memiliki empat baut dengan ukuran PCD 100 mm, sedangkan mobil merk B memiliki PCD 114 mm, maka jangan harap kedua mobil tersebut bisa bertukar velg. Sayangnya, masalah tersebut kerap kali dipaksakan dengan memodifikasi jumlah baut roda ataupun PCD-nya. Memang jumlah baut dan PCD bisa diubah, namun hal tersebut sangat berisiko. Karena bisa mengganggu kekuatan yang sudah menjadi standar pabrik pada sistem penggerak roda mobilmu. Jika dipaksakan, bisa saja velg mobilmu pecah dan membahayakan nyawamu.

 

Berat Velg

Sahabat, setiap pabrikan mobil telah menghitung berat dan ukuran ban serta velg dengan tepat. Baik dari sisi teknis, maupun ekonomis. Dari sisi teknis, sangat berhubungan dengan sistem pengereman dan pengendalian mobil. Kalau bobot velg mobilmu melebihi standar pabrikan maka mobilmu akan membutuhkan jarak dan waktu lebih lama saat menghentikan laju mobil. Dan dari sisi ekonomis, ban dan velg yang berat tentu akan membuat mesin bekerja ekstra untuk menggerakkan roda. Mesin yang dipaksakan untuk menggerakkan roda tersebut, tentu saja akan membuat bensin menjadi lebih boros.

 

Nah Sahabat, itulah beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat memilih velg after market. Jangan sampai, karena kamu ingin tampil gaya dengan velg keren malah berakibat fatal saat berkendara ya Sahabat!

 

 

Images

Mengenal Jenis Jenis Kaca Mobil

Halo Sahabat, apakah Sahabat pernah memperhatikan tulisan kecil di sudut bawah kaca mobil Sahabat? Selain merk, tulisan tersebut memuat informasi mengenai tahun pembuatan dan jenis kaca tersebut. Biasanya jenis kaca standart yang dipakai oleh pembuat mobil ada dua macam, dibedakan dari sruktur dan fungsi yang berbeda, hal tersebut dimaksudkan agar keselamatan penumpang di dalam kendaraan […]

Images

Mencuci Mobil Dengan Baik

Hai Sahabat, di musim penghujan ini tentunya Sahabat akan lebih sering mencuci mobil ya. Setelah dipakai berhujan-hujan, tentunya tampilan mobil menjadi kurang sedap dipandang akibat kotoran dan lumpur yang menempel di sekujur bodi mobil. Meskipun Sahabat sudah sering mencuci mobil, ada kemungkinan cara yang digunakan masih kurang tepat. Nah bagaimana sih, cara mencuci mobil dengan […]

Images

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Mengganti Busi

Sahabat, busi pada semua mesin kendaraan bermotor memiliki usia pakai. Ketika usia pakainya berakhir, maka daya percikan api busi itu menurun. Akibatnya, laju mobil kesayanganmu tidak akan maksimal. Busi mobil yang bermasalah umumnya ditandai dengan mesin yang tidak stabil atau ‘mbrebet’, akselerasi tidak gesit, mesin susah dihidupkan hingga konsumsi bahan bakar menjadi boros. Oleh karenanya, busi […]

Comments

No comments entry.

LEAVE A REPLY